AWAL
YANG BERAT
Sejarah
organisasi pejuang pelestarian alam di Fakultas Kehutanan Universitas
Mulawarman ini dimulai dengan berdirinya IMAPA (Ikatan Mahasiswa
Pecinta Alam) Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman pada tahun
1981. Beberapa nama pendiri organisasi tersebut antara lain, Dadang
Imam Ghozali, Dim Suwandi Ilyas, M Arif Tungkagi, Ari Mulyadi, dan
Riyanto Kusuma. Dimana organisasi telah berjalan sesuai dengan program
kerja pelestarian alamnya. Pada tahun 1984 Zainal Muttaqin selaku
Pembantu Rektor III UNMUL menghendaki agar IMAPA Fahutan Unmul menjadi
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNMUL yang berada dibawah universitas
bukan lagi di Fakultas Kehutanan karena universitas memiliki kegiatan
kemahasiswaan yang serupa dengan IMAPA Fahutan Unmul. Dengan dasar
tersebut, Pembantu Rektor III Universitas Mulawarman akhirnya merubah
status IMAPA Fahutan Unmul menjadi IMAPA Unmul.
Penarikan
IMAPA Fahutan Unmul menjadi IMAPA Unmul menimbulkan pro dan kontra
diantara sesama anggota. Anggota yang mendukung diantaranya adalah
Dadang Imam Ghozali, Nuri dan Yoga. Pandangan mereka bahwa organisasi
pecinta alam sudah semestinya menjadi jiwa bagi insan mahasiswa
Unmul bukan hanya rimbawan mulawarman. Sementara anggota yang merasa
kurang setuju atas penarikan tersebut diantaranya Soegeng S., dan
Dwiyono. Berpandangan bahwa misi dan visi organisasi yang semula
berorientasikan penelitian di bidang flora fauna akan semakin bergeser
menjadi olahraga dan petualangan karena disiplin ilmu anggota dari
fakultas yang berbeda. Namun demikian pro dan kontra yang terjadi
tersebut tidak menjadikan ikatan kekeluargaan sesama rimbawan mulawarman
menjadi renggang. Mereka tetap berusaha eksis di Fahutan Unmul.
Beberapa
anggota yang tetap mempertahankan keberadaan sebuah organisasi kepencintaalaman
di Fahutan Unmul yang berorientasikan pelestarian dan penelitian
di bidang flora, fauna dan lingkungan hidup mengusulkan memberi
nama organisasi baru tersebut dengan nama ULIN (Eusideroxylon zwageri).
Yang pada akhirnya terpilihlah sebuah nama yaitu Mahasiswa Penyayang
Flora Fauna (MAPFLOFA) Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.
Sedangkan gambar lambang MAPFLOFA diusulkan menggunakan burung Pergam
Raja (Ducula warthoni) yang digambar oleh Dwiyono berdasarkan ……………………..hingga
sekarang.
Tanggal
10 November 1984 bertempat di Gunung Lingai, Samarinda diikrarkanlah
sebuah organisasi baru pengganti IMAPA Fahutan Unmul yaitu MAPFLOFA
(Mahasiswa Penyayang Flora Fauna) Fakultas Kehutanan Universitas
Mulawarman. Prof. Dr. Ir. Janes Siahaya, MF. merupakan salah satu
dosen yang diangkat menjadi anggota kehormatan MAPFLOFA yang pada
akhirnya beliau pula yang meresmikan MAPFLOFA dan melantik anggota
dan pengurus periode pertama dibawah kepemimpinan Soegeng Soepriyanto.
Sejak
awal diresmikannya, MAPFLOFA masih berusaha menunjukkan jati dirinya
sebagai pejuang pelestarian alam dengan berbagai tantangan. Salah
satu tantangan yang terasa berat bagi warga MAPFLOFA adalah sempat
dikeluarkan dari kampus Fahutan Unmul karena para birokrat kampus
hanya memandang karakter dan sikap dari orang perorang bukan prestasi
MAPFLOFA, mereka akhirnya merelakan salah satu kost anggota MAPFLOFA
yaitu kost White House di Jl. Perjuangan Samarinda sebagai markas
Mapflofa.
Namun
karena para aktivis pejuang pelestarian alam masih merasa bahwa
sebuah organisasi kemahasiswaan tetap dilihat dari wadah tempat
berkumpulnya yaitu kampus maka para anggota Mapflofa memutuskan
untuk kembali ke kampus. Dan untuk menunjukkan prestasi yang pernah
dicapai, MAPFLOFA mengadakan pekan semarak kampus dengan memamerkan
foto-foto kegiatan beserta prestasinya.
Rintangan
demi rintangan akhirnya mampu dihadapi oleh para pejuang pelestarian
alam ini hingga nama MAPFLOFA mendapat tempat yang pantas di hati
para stuktural kampus, instansi pemerintah dan non pemerintah serta
aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM).
|